Breaking News

Penemuan Arkeologi Terbaru Ungkap Misteri Peradaban Kuno dari Mojokerto hingga Mesir


jabarmedsos.com - Sejumlah penemuan arkeologi terbaru di berbagai belahan dunia kembali membuka tabir misteri masa lampau, menghadirkan bukti-bukti baru tentang kemegahan peradaban kuno yang selama ini hanya dikenali lewat catatan sejarah, legenda, dan studi akademik.

Di Indonesia, para arkeolog dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur berhasil mengungkap struktur pagar selatan dalam ekskavasi 2025 di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa Candi Bhre Kahuripan—yang diduga menjadi tempat pendharmaan Tribhuwana Tunggadewi, ibu Raja Hayam Wuruk—pernah dikelilingi pagar megah yang membentang sekitar 183 meter sisi barat–timur dan 121 meter sisi utara–selatan. Temuan ini memberi gambaran lebih utuh tentang tata ruang Majapahit abad ke-14, sekaligus menegaskan bahwa kawasan Klinterejo merupakan salah satu pusat penting dalam struktur kekuasaan kerajaan besar tersebut.

Sementara itu, dari Mesir, dunia arkeologi dikejutkan oleh penemuan kembali kota kuno yang selama ribuan tahun hilang. Situs ini mengungkap kompleks makam kerajaan yang tidak terganggu selama hampir 3.000 tahun, lengkap dengan sarkofagus rumit, topeng emas, serta perhiasan mewah yang masih utuh terjaga. Tidak hanya itu, reruntuhan kuil dan bangunan yang ditemukan di bawah laut mengindikasikan adanya jaringan perdagangan intens antara Mesir dan Yunani kuno. Penemuan ini memperluas pemahaman tentang hubungan lintas budaya yang membentuk perkembangan Mediterania pada masa itu.
Dari kawasan Anatolia, Turki, sebuah tim arkeolog menemukan pemandian Romawi kuno berusia 1.700 tahun. Struktur tersebut dilengkapi sistem pemanas canggih—sebuah bukti kemajuan teknologi Romawi yang kerap dianggap jauh melampaui zamannya. Dalam waktu hampir bersamaan, di Indonesia, para peneliti menemukan alat batu berusia 1,5 juta tahun di Sulawesi, temuan penting yang memberi petunjuk baru mengenai migrasi Homo erectus ke wilayah Wallacea, kawasan yang selama ini dianggap sulit dilalui karena batas-batas geografisnya.
Penemuan tak kalah menarik datang dari Amerika Selatan. Di kawasan Peñico, para arkeolog menemukan “dunia hilang” berusia 3.500 tahun berupa struktur melingkar di teras bukit, dikelilingi sisa bangunan dari batu dan lumpur. Sedikitnya 18 struktur berhasil diidentifikasi, termasuk kuil upacara dan kompleks permukiman yang diyakini pernah menjadi pusat perdagangan penting pada masanya. Temuan ini membuka babak baru dalam studi tentang jaringan ekonomi dan praktik ritual masyarakat praperadaban di benua tersebut.
Rangkaian temuan ini tidak hanya membuka interpretasi baru terhadap sejarah, tetapi juga memperlihatkan bagaimana peradaban-peradaban kuno memiliki struktur sosial, teknologi, dan jaringan hubungan yang lebih kompleks daripada yang selama ini diperkirakan. Para peneliti menilai bahwa penemuan-penemuan ini akan memperkaya kajian arkeologi modern dan menjadi rujukan penting bagi penelusuran sejarah manusia di masa mendatang.

Dari pagar megah Majapahit hingga kota hilang Mesir, dari pemandian Romawi hingga dunia tersembunyi di Amerika Selatan, temuan-temuan ini mengingatkan bahwa tanah di bawah kaki manusia menyimpan kisah panjang yang terus menunggu untuk ditemukan. Setiap lapisan tanah yang terkuak adalah lembar sejarah baru yang memberikan pemahaman lebih dalam tentang perjalanan peradaban manusia.

No comments