Breaking News

Ketua Umum Federasi Buminu Sarbumusi, Ali Nurdin Bangga, Penghargaan KP2MI untuk Irham dan Yusri Jadi Pemicu Semangat Buruh Migran


jabarmedsos.com — “Penghargaan ini bukan sekadar seremonial. Ini pengakuan bahwa nasib buruh migran harus menjadi perhatian negara dan layak sejahtera,” tegas Ali Nurdin, Ketua Umum Federasi Buruh Migran Nusantara Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (F-Buminu Sarbumusi), saat menanggapi anugerah yang diberikan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) kepada dua tokoh penting federasi, Irham Ali Saifuddin dan Yusri Addin Yusuf (Yusri Albima), dalam peringatan Hari Pekerja Migran Internasional (HPMI) 2025 di Sasono Langen Budaya, TMII, pada 18 Desember 2025.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas perjuangan panjang keduanya dalam memperjuangkan hak dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Irham Ali Saifuddin, MA., Pembina dan Penanggung Jawab F-Buminu Sarbumusi sekaligus Presiden Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi), menerima penghargaan “Tokoh Pelopor Gerakan Pembaharuan Pelindungan Migran dan Pekerja Rentan.” Sementara Yusri Addin Yusuf, Dewan Pakar F-Buminu Sarbumusi, dianugerahi “Tokoh Purna Pekerja Migran Indonesia.” Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri P2MI Mukhtarudin bersama Wakil Menteri Christina Aryani.

Bagi Ali Nurdin, penghargaan ini menjadi pemicu semangat bagi F-Buminu Sarbumusi untuk semakin konsisten bersuara, memperjuangkan hak buruh migran, dan memastikan kesejahteraan mereka menjadi perhatian utama negara. Menurutnya, pengakuan resmi ini menegaskan bahwa perjuangan buruh migran bukan sekadar kerja sesaat, tetapi komitmen panjang yang layak diapresiasi.

Irham Ali Saifuddin telah lama berkecimpung dalam advokasi hak-hak buruh, termasuk pekerja migran. Ia merupakan salah satu pendiri organisasi buruh migran pada era reformasi dan pernah menjabat sebagai Programme Officer Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) untuk Indonesia dan Timor Leste. Konsistensi dan dedikasinya dalam memperjuangkan kesetaraan, keadilan, dan perlindungan bagi pekerja migran yang rentan menjadikannya sosok penting dalam gerakan buruh.

Penghargaan kepada Yusri Addin Yusuf juga dinilai tepat. Rekam jejak perjuangannya sejak menjadi Pekerja Migran Indonesia hingga menempati posisi strategis di negara penempatan dan lembaga terkait, menunjukkan dedikasi luar biasa. Sejak 2007, Yusri aktif memperjuangkan hak PMI melalui Gabungan Serikat Buruh Islam Indonesia (Gasbiindo) dan menjadi sandaran bagi banyak PMI yang menghadapi masalah hukum, ketenagakerjaan, maupun sosial. Saat ini, selain sebagai Dewan Pakar F-Buminu Sarbumusi, Yusri juga menjabat Ketua Umum Angkatan Muda Bima (AMBI).



Momentum HPMI 2025 menegaskan bahwa perjuangan buruh migran Indonesia membutuhkan keberpihakan, konsistensi, dan kerja nyata. Penghargaan kepada Irham Ali Saifuddin dan Yusri Addin Yusuf bukan hanya simbol formalitas, tetapi pengakuan nyata bahwa kontribusi mereka dan seluruh pekerja migran Indonesia sangat penting bagi pembangunan nasional.

No comments